Inner Thought

Perempuan dan Wanita


 

“Diciptakan alam pria dan wanita
dua makhluk dalam asuhan dewata
Ditakdirkan bahwa pria berkuasa
adapun wanita lemah lembut manja

Wanita dijajah pria sejak dulu
dijadikan perhiasan sangkar madu
namun ada kala pria tak berdaya
tekuk lutut di sudut kerling wanita” – (White Shoes Company, Sabda Alam.)

Ketika Ismail Marzuki menciptakan lirik lagu ini, tentunya ada alasan sendiri kenapa wanita yang dijajah pria sejak dulu.

Banyak yg blm tahu. Kata wanita dlm etimologi Jawa itu berasal dari ‘wani ditoto’ alias berani diatur. Menurut Old Javanese-English Dictionary (Zoetmulder, 1982), kata wanita berarti ‘yang diinginkan’.

Dari sudut pandang feminis, tentu saja pelabelan ‘wanita’ ini adalah jejak-jejak peninggalan kultur patriarki yang tertinggal dalam tatanan bahasa Indonesia. Wanita jadi diukur lewat seberapa besar tingkat kesetiaannya kepada lawan jenisnya.

Walaupun ternyata KBBI kita pun berpihak kepada wanita sebagai ameliorasi dari perempuan:

pe.rem.pu.an [n] (1) orang (manusia) yg mempunyai puki, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; wanita; (2) istri; bini: — nya sedang hamil; (3) betina (khusus untuk hewan).

 

wa.ni.ta [n] perempuan dewasa: kaum — , kaum putri (dewasa)

Perempuan diasosiasikan tanpa nilai, sementara wanita lebih mengarah kepada kedewasaan. Terang saja karena definisi dewasa di sini adalah sebuah pengabdian yang tersirat. Karena itu wanita dinilai tinggi ketika bisa mengabdi sehingga diinginkan oleh lelaki. Kesetiaan jadi lebih baik dari kemandirian.

Ternyata nilai wanita yang lebih tinggi dalam bahasa Indonesia ini menurut Ben Anderson (1966) adalah karena bahasa Indonesia mengalami “jawanisasi” atau “kramanisasi”: kulitnya saja bahasa Melayu yang egaliter, tapi rohnya bahasa Jawa yang feodal.

Sementara itu, arti kata perempuan dari bahasa asalnya, Sansekerta, sangat berbeda dengan apa yang ada di KBBI. Perempuan berasal dari kata per-empu-an. Per itu berarti makhluk, Empu berasal dari kata Sansekerta yang berarti mulia, berilmu tinggi, pembuat suatu karya agung. Leluhur bangsa ini pun sudah memberikan makna dalam kata perempuan sebagai bentuk penghormatan tinggi kepada kaum wanita (yang katanya dijajah pria ini).

Terminologi linguistik ini saya kumpulkan dari berbagai sumber. Sebenarnya mau memakai kata wanita dan perempuan sangat tergantung pengertian dan maksud. Dan lebih penting lagi, bagaimana seseorang bersikap atas seberapa siap dia merepresentasikan wanita atau perempuan. Keduanya tidak salah, memang beginilah adanya situasi gender yang ada di negara kita, historikal. Bukan karena satu kata lebih tinggi dari yang lain maka kata komparasinya tersebut jadi tabu.

Qaris Tajudin dalam Majalah Tempo pun pernah berkata, “Membuang sebuah kata yang tercemar (bukan yang aslinya buruk) bukanlah solusi untuk membuang pandangan salah yang ada di masyarakat.”

Hanya saja, menurut saya, sebagai orang berpendidikan akan lebih baik jika tahu sehingga lebih bijak dalam menggunakan terminologi. Karena orang berpendidikan, seperti kata Pramoedya Ananta Toer, sudah berlaku adil sejak dalam pikiran.

Saya cuma mau dipanggil wanita oleh orang-orang yang memang kepada mereka saya menyerahkan kuasa. Mereka yang saya pilih untuk menjadi mengabdikan hidup saya yang merdeka. Tuhan saya, Nabi saya, Ayah saya, dan suami saya nanti. Karena pada hakikatnya memang saya ingin mengabdi karena saya memilih, bukan karena tidak punya pilihan lain. Saat ini saya masih ingin dipanggil perempuan. Namun kali nanti saya jadi wanita, saya ingin jadi wanita yang merdeka, yang mulia, berilmu tinggi, dan berkarya seperti Empu dalam perempuan. Tidak hanya dijadikan perhiasan sangkar madu, karena ternyata Sabda Alam tidak bertitah tentang penjajahan melulu.

Selamat Hari Kartini! Semoga sejak hari ini, antara perempuan dan wanita, kita tahu bedanya.

Advertisements
Standard

2 thoughts on “Perempuan dan Wanita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s