Life Journal

Antara Mocca, Endah n Rhesa, dan Andin Rahmana Putera


Postingan ini saya ketik dengan selo dari Sony Xperia Go yang tahan air (kecuali air mata) dan tahan banting (kecuali banting harga) sangking lamanya nunggu Mocca sama Endah&Rhesa manggung.
Iya. Saya ceritanya lagi malem mingguan nonton konser Saxophone UII di Grand Pasific. Sama Andin Rahmana Putera. Kalau kalian nyangka orang ini cewek, baca lagi nama belakangnya. Dia lakik, pemirsa! Waktu di dalem kandungan dokter salah mendiagnosa jenis kelaminnya sbg perempuan, dan udah disiapin pinky attributes sama ibundanya tercinta. Eh pas jebrot keluar, yassalam, salah padahal udah dikasih nama cewek. Begitulah, sampai bosan saya mengulang kisah hidupnya kepada semua orang.

Ngomong2 siapakah Andin ini? Cuma kembarannya donat tanpa bolong tengah yg hampir selalu nongol dalam seminggu, dari 7 hari tlah ku berikan engkau dua hari..sabtuuu…mingguuu… *malah nyanyik*
Tapi serius ini anak nongol terus tiap saat dalam kehidupan saya.
Seperti yang dikutip dari press conferencenya kpd dunia, “tak terencana bagi kami tapi sudah direncanakan Tuhan nampaknya”

Ngomong2 tentang rencana, sepertinya rencana Tuhan mendelegasikan Andin malam ini adalah utk ngomong kpd saya ttg rencana. There’s a bunch of plan that need to be executed. Masalahnya adalah kita kadang terlalu tidak peka membaca pertanda, mau maju apa mundur aja? Karena sesungguhnya jalan di tempat adalah sestagnan2nya harapan dalam hidup. Dan harapan tanpa rencana itu adalah bahaya.
Masalahnya kita nggak tau kita ada di fase mana kalau nggak ada yg menyadarkan kita lebih dulu. Seringnya kita hanya menunggu.

Menunggu, di sisi kebetulan kosmik yang lain, sangat tidak disarankan oleh Endah N Rhesa.

“…don’t ever let him go, or you will lose your chance to make your dream comes true…”

Sambil menerawang jauh ke seseorang jauh di sana yg tanpa rencana selalu ada di alam bawah sadar, saya menatap Andin yg ada di sebelah saya.

“I need to tell it.”

Andin cuma nyengir that-what-i-have-told-ya. The “it” that he already knew. The “it” i already knew yet i still need someone to confirm that the “it” is exactly what it takes to be a plan.

There’s an old proverb said, advise is something we ask when we already know the answer but we wish we didn’t.
Pada dasarnya kita manusia adalah makhluk yang selalu ingin diyakinkan, ya kan?

Nggak ada yang bisa lebih efektif meciptakan telepati daripada pengalaman.
Andin ini partner abadi saya dari masih jadi maba imut di Komunikasi UGM yg menamakan diri sbg Kaskusian 2009. Terus misah dulu krn dia masuk golongan geng populer, saya masuk gengko biloba. Kalo dideketin bisa jadi hangat hati anda. *ditabok anak jurusan biologi*
Terus mulai serius pas ikut hibah penelitian bareng. Menginisasi digital start-up company dari nol. Gabung di organisasi kepemudaan di satu divisi yg sama hingga saat ini masih nerusin jd chairman dan vice-chairman. Sampai-sampai sudah saya niatkan nanti suatu saat kalau dia sudah jadi orang besar dan saya jd penulis besar, saya mau nulis biografinya dia. Beli ya!!!

Waktu break selesai, konser sudah mau dimulai lagi. Saya harus mengakhiri postingan yg sudah mukai ngolor ngidul ini.
Seperti mengamini Endah N Rhesa, ada part di mana Mocca pun ngomong ke saya,
“you’ve got to do what you wanna do, say what you wanna say now.”

I think I will. Terima kasih, kalian bertiga yg sudah jadi jembatan pertanda.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s