Life Journal

Work A Work You Won’t Feel Like Working


Hai.

Sedang typing dari kantor baru nih. Iya, sekarang ceritanya gue sedang mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran, untuk jadi publisis yang ngehandle social media online dan event-event offline di sebuah perusahaan penerbitan yang katakanlah berinisial BP.

British Petroleum?

kagak.

akun Bambang Pamungkas?

Abang!

Bentang Pustaka?

Nah itu dia.

Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang sudah khatam brand management dan consumer behaviour, gue mengidentifikasi diri sebagai audiens loyal BP dari dulu. Koleksi buku, ikut lomba nulisnya, selalu nongol pas ada event book signing atau book launching. Intinya seneng aja sih sama dunia yang berbau buku dan kepenulisan gitu. Karena konsep branding itu mainnya di level mindset, maka katakanlah BP itu udah punya istana besar banget di dalem kepala gue ini.

Bulan kemaren ketika gue lagi stress banget karena selo nggak ada kerjaan selain stalking mantan yang sudah punya gebetan baru , BP buka lowongan magang. Iseng lah apply. Eh diterima begitu saja tanpa rasa curiga bahwa mereka menerima pensiunan agen 008 yang gagal pas tes menembak gebetan lama karena ternyata gebetan lama pun sudah punya gebetan baru kuda!

Kerjaan publisis fleksibel sebenernya, bisa dikerjain di mana aja. Nggak mesti ngantor. Tapi gue rajin. Meski hari pertama langsung telat. Haha.

Suasana kantornya homey. Hari kedua ngantor gue malah nggak mau pulang walau jam kerja udah habis. Diheranin sama pegawai lama,

“Dek, kamu magang kan? Kok belum pulang?”

“I won’t go home without youuuu~”

*brb ambil mic, naik meja*

Ya emang betah sih soalnya di sini gue yg memang keren dari awal jadi tambah merasa keren. Bisa kenal dan dapet akses langsung ke redaksi, promosi, HRD, dll. Ngamatin sistem kerja mereka. Nongkrong di tempat dimana penulis-penulis favorit gue macam Dee sama Pakcik Andrea Hirata sering mampir. (Hari pertama di sini aja udah ketemu Tasaro GK bok!). Get to know people. Dan yang paling penting, disuruh baca buku!

Ketika bengong di antara ratusan buku-buku kinclong koleksi mereka yg udah lama gw ilerin pengen beli cuma belum ada budget itu, tiba-tiba, brakkk… dikasih setumpuk buku oleh supervisor gue.

“Nih tugas lo. Baca.”

Yes! Selama ini pekerjaan selalu menjauhkan gue dari bacaan. Sekarang, pekerjaan malah menuntut gue untuk membaca, menulis, ngupdate status, event engaging, dan mengurusi strategi brand. Yang mana kesemuanya adalah hobi gue.

Yes! Yes! Yes!

Ada sebuah pepatah lama, do what you love and you will never work a day!  Bener sekali. Karena sekalinya kamu cinta sama kerjaan kamu, kamu akan punya zona baru yang atraktif. Dari situ, kamu akan menciptakan zona nyaman yang produktif. Dan jadinya banyak sekali ide-ide dan semangat baru yang muncul tuing tuing.

Awalnya sempet down karena memang idealisme gue pengen magang di korporat multinasional, yang basisnya di kota besar minimal Jakarta, atau Singapur lagi deh. Tapi terkendala banyak hal. Dan akhirnya malah dituntun Allah jalannya buat kesini. Dan langsung merasa klik. Which setelah dipikir-pikir lagi sekarang belum tentu sama kliknya mungkin ketika apply gue tempat-tempat sebelumnya diambil.

Jadi yah beginilah. Semoga aura-aura publishing di sini bisa semakin memotivasi gue untuk bisa nerbitin buku sendiri. Amien.

5.30 pm. Udah ditanyain lagi kenapa gue nggak pulang-pulang. Sebelum liriknya Adam Levine tersalahgunakan lagi, gue pamit off dulu pemirsa.

Deeeh.

Sopik si buruh bahagia.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s