Inner Thought

Hujan dan Payung Teduh di Sudut Jendela


Sabtu. Sore. Free. Nontonin hujan. Nyeruput teh hijau hangat. Dengerin Payung Teduh.

I could not ask for more!

Tampaknya doa saya semalam (setelah berkutat dengan deadline essay submission) untuk bisa menikmati weekend yang tenang sebelum mulai berjuang lagi buat final exam, dijamah Allah.

Salah satu yang bikin jatuh cinta sama Singapura adalah pemandangan dari jendela apartment saya di sayap barat, Cinnamon Residential College, University Town NUS, lantai 20. Dari ketinggian sini biasanya bisa lihat gedung-gedung pencakar langit di seberang sana. Kontras di garis bawahnya, jajaran pohon besar membentuk blok hijau, dimulai dari lapanga Singapore Polytechnic. Kalau malam lampu di sekitar lapangannya jadi sumber cahaya yang kalau dilihat dari atas jadi indah sekali. Di dekatnya, ada jalur kereta dari Clementi. Satu-satunya objek bergerak yang mencuri perhatian di sudut mata.

Tapi kalau hujan lebat seperti sekarang, yang bisa saya lihat hanya kabut dan embun hujan di jendela, seperti ini:

rain knocks on my icy window

 

 

Ngomong-ngomong ini adalah lagu  Payung Teduh, yang wajib didengarkan ketika hujan. Seperti nama bandnya, tiap denger lagu-lagu mereka (yang bergenre campuran jazz, klasik, rock, progressive, entahlah.. ajaib pokoknya taste musiknya) rasanya ya gitu, teduuuh~

coba dengarkan ini:

 

Mungkin karena kau, sedang cantik-cantiknya, Singapura…

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s