Life Journal, Singapore

Where I Have Been This Far


Heihooo.. Dua bulan lebih di Singapura, kemana aja saya? Banyak! Haha. Coba saya inget-inget lagi ya.. Hmm.. Inilah kerjaan sampingan saya selain menjadi pelajar yang baik dan budiman..

1. National Day

Peringatan hari kemerdekaan Singapura yang jatuh di tanggal 9 Agustus ini kami peringati dengan piknik di Marina Bay Sands, bersama ratusan orang lain. Nonton parade, pertunjukan air force, dan fireworks!

2. NUS Rag Day

Adalah tradisi tiap tahun di NUS, setiap fakultas dan asrama mengirimkan perwakilan di Rag Day. Ini semacam event festival mahasiswa. Ada maskot kendaraan yang dihias sbg properti, costum party yang dicombine dengan tarian kontemporer, dan berbagai atraksi yang gila-gilaan.

3. Ramadhan – Geylang Serai

Ketika Ramadhan, kawasan Geylang Serai berubah jadi pasar Ramadhan yang rame banget. Dari mulai makanan, baju, household, dan semua pernak-pernik lebaran ada deh. Yang jualan juga banyak orang Indonesia dan Malaysianya. Jalan-jalan kesini sore hari, beli makanan buka puasa, dan sholat di masjid terdekat sana. Beh, sedaaap!

4. Idul Fitri

Lebaran pertama di negeri orang. Beruntunglah saya sudah punya sahabat dekat muslim yang ngundang kami halal bi halal ke rumahnya di daerah Woodland. Kamielah, Nurul, bahkan Shun pun ikutan ngerayain lebaran. It feels like home.

5. Sentosa Island

Belum lengkap ke Singapur kalo belum ke Sentosa Island. Naik MRT ke Harbour Front, terus turun di Vivo City mall, ke lantai 3 ambil kereta langsungan ke Sentosa. Sehari aja nggak cukup buat nyusurin seisi pulau. Tapi rata-rata wahana atau atraksi mesti bayar lagi, jadi kalo budgetnya mahasiswa a.k.a terbatas (hehe) yang paling top ya duduk-duduk di pinggir pantai nungguin sunset.

6. Harry Potter Exhibition

Di Museum Art and Science MBS ada Harry Potter Exhibition. Semuanya properti asli syutingnya Harry Potter dari masa ke masa. Masuk sana berasa masuk Hogwarts. Mulai dari topi seleksi, Quidditch, tongkat sihir, buku monster pelajarannya Hagrid, tumbuhan Mandrake yang bisa menjerit, baju Ron-Harry-Hermione pas ketemu Sirius, gaun pesta dansa turnamen Triwizard, kuburan tempat Voldemort bangkit, dementor, deathly hallow, dan banyak lagi deh! Sayangnya nggak boleh ambil foto pas masuk :((

7. USP Event.

Selalu ada event di asrama-asrama yang ada di kawasan UTown, terutama di asrama Cinnamon. Kehidupan mahasiswa yang aktif bikin social interaction emang jadi kunci utama buat ningkatin bonding.  Semuanya bersosialisasi di event-event kayak garden party, pizza party, ice cream party, terus showtalent, sport competition, random walk around Singapore, dining in the dark, dan bahkan turnamen Quidditch ala Harry Potter yang rulenya sama semua kecuali minus sapu terbangnya.

8. Henna and tea time

Kita punya Resident Assistant (RA), semacem kapten per floor gitu, untuk ngoordinir acara bonding anak-anak asrama per lantai. Kadang gara-gara terlalu sibuk belajar orang-orang jadi agak individualis dan gak kenal sekitar. Nah si Janelle, RA kita ini berinisiatif bikin Henna painting art dan tea time, yang berakhir dengan ruang belajar yang ditinggal berantakan. Haha.

These Indian twin look the same, no?

9. Climate Action Day

Sebagai bagian dari volunteering, saya ikutan programnya NUSSO, Climate Action Day. Kita jadi ambassador yang promosiin green lifestyle gitu. It was fun. Ada stand yang majangin sepeda canggih yang awalnya cuma saya lihat di film Doraemon. Ada juga “hugging-machine” dari Coca-Cola yang ketika orang masukin barang recycle ke dalemnya, akan keluar hadiah atau pelukan hangat dari si (orang dalem) mesin.

10. Void deck art gallery painting

Sebagai anak art, saya dan teman-teman merasa terpanggil untuk volunteering juga disini, Void Deck Art gallery painting. Apalagi temanya waktu itu adalah “tribute to Victor Van Gogh”! Lukisan Starry Night-nya Van Gogh udah jadi wallpaper laptop saya bertahun-tahun. Sebagai fans amatir, kita berusaha mengapresiasi seni lewat vandalisme legal. Ngecat-ngecat, ngelukis di dinding galeri seni yang tempatnya di komplek perumahan gitu. Saya sempat nulis tentang ini dan dimuat di jarakpandang.net, nanti habis ini saya post deh tulisannnya 😀

11. Chalk it up!

Masih tentang panggilan seni (duileh), lagi-lagi kita berpartisipasi dalam even yang kali ini lebih besar. Chalk it up! Ngegambar di lantai pake kapur warna-warni di Asian Civilization Museum untuk mecahin rekor the biggest Islamic geopattern in Singapore. We made it, yay!

12. Blockus and Music

Kadang-kadang ketika lagi ada waktu luang dan males ke luar, saya stay aja di asrama. Cari temen buat main blockus atau musik. Permainan blockus ini terlihat simpel tapi percayalah, tidak semudah kelihatannya saudaraaaa!! *masih dendam*

Terus di asrama kita juga ada piano. Seringnya pada main, jago-jago mah anak sini. Saya nikmatin aja, kalo udah tengah malem sepi baru ngendap-ngendap nyeret temen minta diajarin. Satu temen saya juga punya biola, jadi saya culik biolanya. Kita juga sering ngumpul bawa gitar, dan.. jreeenggg… tahukah lagu yang kau suka, itu aa~kuuuuu~

13. NUS Astronomy Society stargazing time

Kecintaan saya sama benda-benda langit akhirnya membawa saya untuk ikut komunitas ini, which is jadi kayak anak nyasar karena rata-rata isinya anak science sama engineering semua. Sesi stargazing yang saya ikut waktu itu adalah ke West Cost. Kita bermalam di tepi pantai untuk observasi bintang. Walau pada akhirnya agak fail karena langit Singapur mah tebel banget polusi cahayanya, tapi dengan teleskop dan lensa binokular yang canggih jadinya keliatan. Dapet pengetahuan baru seputar astronomi. Ini juga pertama kalinya saya tidur literally dibawah langit diatas rumput tanpa atap apa-apa, di tepi pantai dan ngedengerin deburan ombak sebagai lullaby, dan bener-bener nyaksiin sunrise yang keren banget.

14. NUSSO practice and sectional

Rindu Gadjah Mada Chamber Orchestra, saya ikut latian dan seksionalnya NUS Symphony Orchestra. Studi banding deh bahasa formalnya. Bahasa nggak formalnya sih iseng main aja. Buset mereka punya inventaris alat musik lengkap abis. Dari harpa, french horn, sampe tuba segala ada, lengkap dengan player yang advanced.

15. Mid-autumn festival.

Ada sebuah legenda Chinese tentang dua orang kekasih yang terpisah di bumi dan bulan, mereka hanya bisa bertemu setiap bulan purnama. Untuk mengenang itu orang-orang merayakannya dengan festival lampion dan makan moon-cake di bawah cahaya bulan. Chinatown jadi rame banget selama satu bulan perayaan mid-autumn festival ini.

16. Birthday surprise

Hidup jauh dari keluarga, kejutan-kejutan kecil seperti ini adalah hal yang bisa kami lakukan untuk menguatkan satu sama lain. Minjem slogannya Liverpool, You Never Walk Alone!

17. International Exchange Day

Acara international exchange day NUS ini target audiensnya adalah freshman atau anak-anak yang mengincar peluang exchange. Ada informasi beasiswa dari office of international relations, booth dari berbagai yayasan pemberi beasiswa, dan cultural diversity dengan kostum dari berbagai negara. Saya dipilih jadi wakil dari TF LEaRN untuk presentasi tentang pengalaman exchange dan promosi tentang Indonesia. Berbicara tentang negara sendiri di depan siswa internasional itu sempat bikin nervous tapi bangga akan negeri sendiri.

18. Service Learning Workshop

Training yang berbentuk workshop dan collective leadership project ini berlangsung 2 hari. Di hari terakhir kami turun campaign langsung ke masyarakat tentang pentingnya air bagi kehidupan.

19. Conservatory “Magical Movie” concert

Sekolah musik NUS Yoh Siew Toh Conservatory ngadain konser Magical Movie di RCC. Repertoar yang dimainkan berasal dari soundtrack film-film terkenal kayak Pirates of Carribean, Harpot, Titanic, Gone with The Wind, dll. Dan itu biolanya yang dipake pada keluaran tahun 1700an, 1800an, 1900an!

20. Nuansa – Canting!

Produksi drama musikal karya anak negeri yang satu ini bikin saya kagum banget. PINUS a.k.a. Persatuan mahasiswa Indonesia NUS punya proyek tahunan yang namanya Nuansa. Tahun ini temanya “canting”, cerita tentang keluarga jawa yang punya usaha batik, tradisi, dan konflik keluarga. Konsep panggung yang keren, koreografi, dan musik yang semuanya produksi sendiri ini ternyata butuh waktu setahun untuk persiapan. Cool. Pas keluar eh ketemu Pak Arswendo Atmowiloto. Beliau juga nonton ternyata.

yakk.. that’s how i spent my last 2 months here. looking forward for the next 2 months. dum dum, tararararaaaa~

Advertisements
Standard

One thought on “Where I Have Been This Far

  1. Sandy Gebang says:

    Mbak Shofiii! Mbak Shofi ngopo wae neng Singgapor? Mbok aku dijak. Haha… Kangen baca cerpennya sampeyan :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s