USA

New York


Jay-Z sama Alicia Keys mungkin mau protes karena disuruh nyanyi terus selama di bus perjalanan dari New Jersey. Sampe serak.

Excitement overload. Masuk ke Lincoln Tunnel, nahan napas, dan ketika keluar. Taraaaa… Here we are. New York. Empire State of Mind.

Manhattan! Manhattan! Manhattan!

Hari pertama. Naik Circle Line Cruise, semacam kapal pesiar yang membawa kami mengarungi Hudson Bay. Melintasi skyline  sepanjang NYC. Lewat Empire State of Building. Brooklyn Bridge. Terakhir, memutari Statue of Liberty.

Puas terbakar matahari, Central Park jadi tujuan selanjutnya. Sumpah, adem. Di tengah kota yang semuanya pencakar langit, ada satu kawasan yang hijau dan asri. Kami berbaring di rumput. Menatap langit yang mulai mendung.

Deja Vu. Berapa minggu yang lalu saya menatap langit dan turunlah hujan pertama untuk kami di Indiana. Sekarang kejadian lagi. Hujan pertama untuk NY dan untuk kami.

Lalu kami ke Rockefeller Place. Naik lift dengan kecepatan roket dan efek hologram ke lantai 67. Terkagum-kagum dengan pemandangan dari Top of The Rock ke seluruh penjuru NYC.

Hari kedua. Depart for New York Times, sodara-sodara!

Turun dari bis di depan kantornya dengan office suit, langsung gabung sama keramaian orang-orang yang professionally individualist, merasakan atmosfer kerja di company impian orang media ini. Tur keliling kantornya dan liat langsung sistem kerja dan fasilitasnya. Ada satu lorong yang dindingnya digital semua. Jadi semua pertukaran informasi langsung kesana. Face-to-face communication jadi nggak penting lagi. Saya berasa lagi syuting Matrix. Kemudian masuk conference roomnya buat dengerin presentasi, diskusi, dan diajak lunch sama top editornya NY Times.

Next. Berhenti di Ground Zero. Ngeliat monumen memorial untuk mengenang korban peristiwa pemboman gedung WTC oleh jaringan Al-Qaeda atau yang lebih dikenal dengan 9/11 tragedy itu. Merinding saya. Berdiri tepat di tanah dimana 2000 lebih orang meninggal serempak dan menyebabkan krisis mahadahsyat di tahun 2001.

Setelah itu. Times Square! Suzy dan Mary hanya membatasi waktu shopping 1,5 jam. Makanya semua berlarian kayak orang kesurupan. Haha. Ini tempat ngingetin saya sama Malioboro versi sangat modern.

Jam 7 adalah apa yang sangat saya tunggut-tunggu sejak keterima SUSI.

BROADWAY!

Sejak kecil saya punya penyakit gila nomor 67. obsesi freak pengen nonton broadway langsung di tempat asalnya. Alhamdulillah kesampaian. Nggak tau lagi deh harus ngomong apa. Harus terimakasih dengan cara apa sama Allah.

Kelompok terbagi 3: Wicked The Musical, Spider Man, sama Lion King. Saya pilih Wicked. Dan sangat puas. Mulai tirai stage dibuka, lampu dinyalakan, dan si (pemain) turun dari atas, air mata saya netes. Nggak nyangka aja ada di depan panggung megah yang tiketnya di atas 2jutaan ini.

Nggak nyangka. Udah mau habis programnya masih aja nggak nyangka.

Bersyukur yang nggak ada habisnya.

Inget shof, inget kata Uncle Ben. With the great power comes great responsibility. Semoga dengan jejak kaki yang sudah tertinggal sampai New York ini, ke depannya dipermudah untuk membawa kaki-kaki yang lain untuk melangkah lebih jauh lagi.

Amin 🙂

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s