Inner Thought, USA

Hostfamily!


Image

Weekend ke-2 di USA ini adalah host-family time! Kita pairing dan tinggal di rumah keluarga Amrik yang volunterally menawarkan diri buat disinggahin. Saya dan kak Casandra dapet kesempatan tinggal di rumah keluarga Robinson. Dan both of us agree that we are lucky for got them.

Mr. Leo Robinson dan Mrs. Hope Robinson ini pasangan antik. Saya bilang antik pertama karena emang usia mereka udah 77 sama 78. Pantesnya jadi nenek sama kakek kita. Kedua, karena rumah mereka adalah museum kecil yang mengagumkan. Mrs. Robinson punya kebiasaan mengoleksi benda-benda antik. Lemari dari neneknya dari tahun 1900an, peralatan masak jaman dulu, peti besi yang cuma pernah saya liat di film-film bajak laut, kalender 1945, rumah boneka punya dia waktu kecil yang akhirnya dimainin juga sama anak cucunya, baby piano dan violin punya kakeknya, hiasan dinding dari berbagai belahan dunia. Mereka walau sudah tua tapi tetep hobi travelling. Plus, sering ngehost international student juga, jadi banyak souvenir dari mana-mana.

Image

ImageImage

ImageImage

ImageImage

ImageImage

ImageImage

Konsep rumahnya impresif banget. Tipikal rumah idaman lah pokoknya. Dari mulai family room yang tertata rapi, pemandangan ke outside yard yang ciamik bisa liat taman bunga, dining room yang kayak tempat makan bangsawan-bangsawan yang ada belnya buat manggil pelayan. Ada juga sebuah lorong yang di dindingnya ada foto-foto keluarga mereka, dari kakeknya yang pake seragam world war I, ibunya sebelum dilamar, masa kecil mereka, pernikahan, punya anak, anaknya besar terus nikah lagi dan punya anak lagi. Mrs. Robinson nyebut itu, “The Wall of History”.

ImageImage

For them, history means a lot. For us, they become our part of history.

Walau cuma dua hari tapi kita dapet banyak hal buat dishare. Hari pertama dateng, setelah tur rumah (karena emang gede dan banyak banget isinya) kita diajak ke Eastern Center of Indiana buat ngunjungin kaum Amish. Selama ini Amish yang saya tonton di TV kesannya sangat menutup diri dari peradaban. Nggak mau interaksi sama orang, dan nggak tersentuh teknologi. Begitu kesana langsung, persepsi saya berubah. Ntar ada sesi tulisan sendiri deh tentang suku Amish ini. Serunya lagi di perjalanan pulang kita menyempatkan diri ke Berne. Ini semacam tempat yang sangat kental nuansa Swissnya. Jadi berasa jalan-jalan di Eropa tapi di Amerika gitu. Haha.

Image

By the way..

Mereka punya convertible car Cruiser. Itu loh, mobil yang atapnya bisa dibuka. Cerita romantisnya, mobil ini dihadiahin Mr. Robinson ke istrinya untuk ulang tahun ke-70. *love*

Jadi selama jalan-jalan saya berasa lagi syuting iklan Silver Queen.

:))

Image

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s