USA

Alkisah Suatu Pagi di Adisucipto


Saya nggak pernah nangis di bandara. Nggak. Bahkan ketika dulu mengantarkan pacarmantan balik naik pesawat, nggak nangis. Melepas teman2 DREaM balik ke negaranya masing2, nangis sih, tapi di bus balik. Gengsi.

Tapi memang harus ada saat pertama. Hari itu, saya menangis sejadi-jadinya. Bukan karena sedih, tapi sangking bahagianya. Paradoks.

Diantar ibu dan ayah. Ternyata di bandara sudah ditungguin sama Wenny, Gita, Nitha, Lisna, Mega, Pandu, Tatang, Efan, Dhimbay, Amri, Rifky, Rasda, Rani, Toni, Yoga, Danu. Dan mereka ini asalnya beda-beda. Ada yang dari temen-temen kuliah, temen-temen GMCO, temen-temen FFI.

Sama temen-temen kuliah, sebutlah Kanopi, saya dijejalin sampah dompet mereka.

Shof, ini tiket XXI, siapa tau nanti di Amrik nggak ada bioskop. Shof, ini voucher movie box, siapa tau kangen nonton. Nek, ini kartu nama abang ojek kampus, antisipasi ntar kalo lo disana nyasar dan nggak bisa pulang. Ini kupon bonus matahari kemaren, siapa tau lo mau beli diskonan. Ini kartu GMC, kalo aja ntar kamu sakit dan pengen berobat pake fasilitas UGM. Ini kartu member game fantasia, ini kartu nama saya silakan dihubungi kalau berminat…. *laaaaah*

Gara-gara sampah itu ya! I let you know. Bahwasanya saya hampir ketinggalan pesawat karena pas boarding ngaduk2 tas panik, boarding passnya kecampur -____-” tapi itu sampah-sampah ya, i let you know lagi, adalah sampah-sampah precious yang nggak bakal saya buang!

Terus sama Rifky dikasih sajadah mobile biar inget sholat. Didoain. (Nah ini baru guna, gimana sih, pi.. Kanopi..) Sama anak-anak GMCO difoto-fotoin bareng berasa artis yang direbutin. Akhirnya saya jadi spot of attention juga walau ada Danu sang artis masa kini. 😛

Image

Image

Image

Image

Nggak cukup disitu ternyata surprisenya. Mereka konon terlalu selo sehingga sempet-sempetnya bikinin sekotak kado. Yang ketika saya buka pas di pesawat, saya nangis lagi. Sialan. Penuh air mata sekali ini perjuangan menuju tanah Colombus. Kalau ditawarin Om Raj Pujambi maen sinetron protagonis saya kudu piye tuips?

Kadonya hijau-orange kecil. Isinya puzzle. Yang setelah saya rangkai sedikit ternyata ketauan mereka cukup selo buat foto gokil, ngedesain, ngasih pesan tersembunyi, dan dipisah2 jadi puzzle.

Ya ampun temen-temen. Speechless dah pokoknya. Nih, kalian saya bawa ke Amerika di dalem tas ya. Literally. :’)

Image

Ada pesannya juga. Mesti Kipiko yang nulis.

“Dear Mipi 🙂

Take care, dear. Hati-hati disana. Kalo salah, ya, minta maaf. 😛

We ❤ you. Seportoks!”

Tau the best feeling in the world? Yes. To be loved.

Tau the best power in the world? Yes. To love.

With friends like this, who needs boyfriend enemies?

🙂

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s