Inner Thought

Kepada: Kamu yang Bodoh


Baiklah kalau memang sampai saat ini kamu masih berusaha untuk menyalakan api, untuk tujuan yang hanya kau pahami sendiri. Seperti yang pernah dikatakan Summer kepada Tom, “We’ve been like Sid and Nancy for months now.” Kemudian Tom mengabaikan pancake mereka, dan pergi menjauh walau Summer sudah berteriak “You’re still my best friend”. Aku sama yakinnya dengan Nicholas Flamel kepada philosopher’s stone-nya, bahwa kamu pasti masih ingat detail film yang ku bicarakan ini. jadi kamu pasti masih ingat bahwa sedepresi apapun Tom, sekeras apapun ia marah pada semua hal yang membuatnya kehilangan Summer tanpa ia mengerti kenapa, hidupnya tetap sama, dan Summer tetap menikah dengan lelaki lain yang baru ditemuinya secara tidak sengaja saat makan siang. poinnya adalah, teruslah menghancurkan hidupmu sendiri, Tom, sementara Summer bahkan tidak terkena imbas apapun atas kebodohan yang kamu lakukan.

Aku tidak sedang membandingkan kita dengan mereka. Cuma aku mau bilang satu hal, teruskanlah membunuh dirimu pelan-pelan dengan alasan yang kau bilang ‘perjuangan’ dan aku akan tetap tidak peduli. Sekarang kau pasti berkata dalam hati, “ya shofi, kamu memang tidak pernah mau peduli terhadap hal2 yang tidak sesuai dengan keinginanmu.” Tepat sekali! Karena memedulikanmu sama saja dengan mempertahankanmu yang obsesif terhadap semua sisi kehidupanku yang cuma ingin kau miliki sendiri. Tenanglah, tidak ada yang sedang berebut disini. Kita tidak sedang bermain bola!

Jadi, berhentilah. Tolong.

Perkara kau ingin membalas dendam. Percayalah, aku sudah cukup miris melihatmu sakit demi melihatku sakit. Kamu tidak suka dikasihani kan? Berhentilah bersikap kekanak-kanakan, karena kalau kau mau tau, ini adalah salah satu alasan mengapa kita tidak bisa bersama. Berhenti mencoba memanfaatkan ikatan emosional dengan orang-orang terdekatku untuk menjadi tamengmu. Berhenti bersikap seakan-akan seseorang akan menyerangmu dan ketika serangan itu tak ada, lalu kau kecewa dan menyerang lebih keras dengan cara yang tidak pantas. Kita tidak sedang bermain tinju. Kau bahkan bukan lawan yang setimpal untuk membuang waktuku. Kau bukan ancaman, hanya bayangan. Berhenti bersikap sok heroik dengan mengklaim peran protagonis yang sedang berjuang untuk menyeimbangkan posisi. Bagus, sekarang aku terdengar sangat antagonis sekali bukan? Terserah. Aku tak peduli kata orang. Satu-satunya yang saat ini ku pedulikan adalah kamu. Kenapa? Karena jika kamu terus menyulut api, kamu akan terbakar sendirian di ladang pertandingan yang kau ciptakan sendiri.

Kau mau menang?

Tak perlu strategi, kawan.

Cuma nyali.

Nyali untuk melepaskan.

Nyali untuk menerima. Bahwa kita sudah tak lagi sama.

Dan nyali untuk get a live.

Talk to me like what a gentleman do, rather than stab at my back like what a loser do.

Advertisements
Standard

One thought on “Kepada: Kamu yang Bodoh

  1. Pingback: Untuk kamu, urusanku yang sudah selesai. | shofisme

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s