Inner Thought

curcol anak iklan


oke. ternyata saya sudah cukup lama absen ngeblog.
wanti-wanti seorang dosen pada saat memulai awal semester 4 ternyata bukan sekedar gertakan belaka,

“siap2lah kehilangan masa muda anda”

hell yeah! lihatlah apa yang terjadi dengan kehidupan saya dan teman2 kaskusian saya khususnya yang ambil komunikasi strategis.
Mess is a friend. mungkin itu jadi slogan kami dari bangun tidur sampai tidur lagi, itupun kalau sempat tidur. segala macam tetek bengek periklanan dan PR jadi makanan layaknya ASI wajib bagi bayi.

bikin agency-organizing-dapet proyek produk-riset produk-riset konsumen-riset media-cari insight-bikin konsep iklan-bikin perencanaan media iklan-eksekusi iklan-beli media iklan-pitching agency-tanding-presentasi depan klien.

terakhir dapet alokasi dana 15 milyar buat perencanaan media iklan. tapiiii..duitnya semu. padahal kepala saya sudah bersirkus ria sangking pusingnya mau ngebelanjain kemana itu duit. never think too much money somehow lead you to problem -___________-

itu baru buat 2 matkul, mameeen!

makanya saya suka sebel deh kalo ada orang luar yang ngomen bahwa jadi anak ikan tu mudah, gampang, gak repot, dll.
judging lagi..
helooo, gue jungkir balik yak!!!

yah sebenernya sih walau dikerjainnya pake misuh2 dan penuh derita, kita mah enjoy sama kerjaan kita. karena jujur, sebenernya semua kerjaanya seru. kita bebas berkreasi yang tiada batas. kita jadi praktis, dan realis. pengalamannya juga asyik. ya at least untuk orang2 yang emang punya passion disitu.
nah kalo yang gak punya passion?
mungkin ada yang bakal nanyain gitu. mungkin juga karena saya lihat banyak temen2 saya yang justru depresi lahir-bathin gara2 dunia akademis yang semakin menggila, dan tuntutan hidup ke depannya tentu saja.
ya balik lagi sih menurut saya, ngapain masuk komunikasi? terlanjur? ngapain diterusin? setiap langkah yang udah kita ambil adalah konsekuensi menurut saya. mau ngelangkah ke mana aja kita selalu punya previllege untuk menentukan, dan berani mengambil apapun yang jadi konsekuensinya.
gak fit sama dunianya yang terlalu dinamis dan liberal? well, change yourself, or stay the same and adapt. last choice, you’ll be kick out!. mungkin beberapa prinsip terlalu fundamental untuk diubah. bukan prinsip dan kepentingannya yang mesti diubah, tapi cara pandangnya. masalahnya banyak yang tidak mengerti bahwa sistem nggak mungkin menyesuaikan untuk personal, personallah yang harus mengatur dirinya untuk menyesuaikan diri dengan sistem, terutama ketika kita berhadapan dengan sistem komunal. team work. apapun yang melibatkan orang lain.
bahwa ketika kamu bekerja dengan orang lain dan untuk orang lain, ada certain degree of yourself yang emang harus dipush ke limitnya. belajar ngontrol ego lah istilahnya.
meski untuk itu kehidupan pribadi kalian tanpa sadar jadi less prioritized, meski untuk itu kalian harus sakit tapi pura-pura tidak, meski untuk itu kalian harus menangis tengah malam karena tidak pernah ada untuk orang-orang yang paling kalian sayangi dalam hidup.

pertengahan semester,
saya banyak belajar dari sini.
jati diri itu dibentuk, bukan dicari. jadi mari kita lihat, manusia2 apakah kita setelah ini? 🙂

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s