Inner Thought

Der Panzer, i’ll be with you..no matter what happens.



 

aku bukan maniak soccer. aku tidak mengupdate berita tentang klub2 sepak bola, strategi-strategi pelatih, dll. tapi ketika piala dunia berlangsung, serta merta aku menjadi hidup dan pengikut setia berita olahraga ini. menjadi sedikit fanatik, kecanduan. mengapa? ada alasannya, biar ku ceritakan.

 
sebentar,
hari ini diawali dengan peristiwa yang sangat tidak mengenakkan. dini hari di perempat final world cup 2010, spanyol mengalahkan jerman dengan skor 1-0 di menit ke-75. sebuah pukulan yang tak hanya telak, tapi juga menghancurkan buatku. literally.
tim jerman bagiku nyawa. jiwa. roh.
tanpanya aku hilang..
tanpanya aku tak ada..
 
 

 

flashback…

 

 

2002
Shofi kecil masih duduk di kelas 6 SD. saat itu pertamakalinya ngeh sama yang namanya ‘world cup’. orang-orang dewasa begadang demi nonton bola. iklan dimana2. kuis2 bola betebaran. poster2 pemain. boneka icon worldcup. lagu. semuanya berbaur secara konstan. aku jatuh cinta sama suasananya, atmofernya, udaranya. like the spread of joy 😉
iseng nonton, yang pertama ku tonton serius adalah sebuah tim dengan baju putih. kala itu seorang pemain membuat gol dengan sangaaat brilian (aku lupa lawan siapa). nama orang itu adalah Miroslav Klose.
aku, jauh di lubuk hatiku, langsung sepakat. dukung orang ini, dukung tim ini!
ini cara pikir bocah umur 10 tahun yak! hehe.
tapi mungkin justru karena itu, justru karena sejak bocah aku sudah menetapkan kesetiaanku pada mereka, tanpa ikut2an orang. ini pure, karena intuisiku berkata seperti itu. yasudah. kesetiaan itulah yang sampai sekarang melekat..kat..kat..
tahun itu mereka juara 2. aku senang sekali.
🙂

2006

shofi remaja, kelas 3 SMP menuju 1 SMA.
ada seseorang pria. ia tipikal good boy. singkat kata, dekatlah kami. siapa sangka orang ini pada akhirnya menjadi orang pertama yg mengajarkan arti ‘tega’ padaku.
lihat aku sekarang! sosok siapa yang kalian lihat? summer finn dalam (500) hundred days of summer? cleopatra? haha. congrats him! he taught me how to break a heart.
tapi sekarang bukan itu poinnya! katakanlah itu masa lalu. no hard feeling lah..
momentum world cup datang lagi. aku jatuh cinta, pada bola, pada jerman, juga padanya. haha. sebuah taruhan, samar2 di ingatanku. yang ku ingat aku menang (atau dia yg sengaja kalah, sepertinya), dia memberiku baju tim jerman –> look at the picture.
baju inilah hal terakhir yang diberikannya. sesudah itu dia pergi dari hidupku. hatinya maksudku,,padahal raganya masih berkeliaran di sekitarku. stupid!
 
sudahlah,,
fokus saja ke baju jermannya!
tahun itu jerman kalah dengan italia. mereka juara 3.
well,, sakit..
aku memang tidak terbiasa dengan kekalahan. saat itu i start to blaming everthing, termasuk italia. guess what, aku lalu memendam dendam itu sampai 2010.
hah, teenager! typical!
nah baju itu selama 4 tahun sampe sekarang ku pake terus. bukan utk mengingat si pria pematah hati itu, tapi utk mengingat bahwa aku dulu pernah sangat berambisi menantikan moment dimana jerman akan jadi juara dunia di world cup selanjutnya.

2010

jerman progresnya bagus.. keren.. muluslah.. berpeluang jd juara, mereka udah ngalahin inggris dan argentina.. bla..bla..bla..
komentator, ahli analisis sepak bola, wartawan, reporter, orang awam, teman kuliah, keluarga, semua adu bicara.
jerman, ku titipkan roh virtualku padamu, kaki2 yang lincah berlarian di lapangan kebebasan!
lalu hari ini,
sebuah gol saja dari spanyol. gagal sudah jermanku menuju final.
permainan yg bagus menurutku. everything have gone as what they are supposed to be. sportif, sama2 tangguh, cuma kurang beruntung.
cuma kurang beruntung.
cuma-kurang-beruntung.
well,,i can’t stop myself from crying.. it hurts! kenapa recently kata2 cuma-kurang-beruntung sering muncul sih?
ya..rasanya perih aja,
menit ke-75. 15+3 menit selanjutnya jadi menit terpanjang bagiku tahun ini. di setiap detiknya aku benar-benar tak tau harus berharap apa. hanya perlahan menangis. hey, jangan menuduhku cengeng, aku jarang menangis!
peluit pertandingan berakhir.
wajah2 itu.. klose..neuer, ozil, podolski, lahm, friedrich, schweinsteiger, boateng, jansen, trochowski, cacau, dan lain-lain. bahkan mueller dan klose yg ga bisa maen pun, ah, aku tak sanggup mengingatnya.
raut2 itu.. ada luka yg dalam disana. mereka belum jd juara lagi sejak 1990. tapi salutnya, semua menunjukkan wajah tulus dan menerima kekalahan. ah, jerman, kau kalah dengan sangat hormat disini.
tapi aku masih terus menangis, bagaimana ini??
baju ini, yg masih ku pakai sekarang, sampai basah oleh air mata. hahaha. lebay ya?
tapi beneran perih… di sini.. inside my heart.
Jerman, Der Panzer, dapat tempat spesial di hatiku.
2002…2006…2010 sekarang…
sampai nanti 2014..2018..2022..dst.
i promise i’ll always be with you. no matter what happens.
:’)
now i need time to recover myself.
so this morning, as what my facebook’s status, i said,
“hello world. good morning. did i say i’m die already? yes. it’s true. germany was over, so did i. i’m crying and over. thanks. bye.”
 
 
 
hahahaha! funny! but i was thought, there is no more heroes!
 
 
NO MORE HEROES – WESTLIFE
 

When the waves are crashing down
Pulling you to sorrow
I will sail you back to shore
When there are no more heroes
Over under, near or far
I’ll be right beside you
Standing here with open arms
When there are no more heroes
Chorus:
And through it all
And through it all
When you’re tired and you stumble I will carry you
When starlight falls, my love will guide you home
You’ll never be alone
When there are no more heroes
It was you who showed me how
Brought me back to glory
Through hopelessness and darkest days
It was breath you gave me
Chorus x 3
When there are no more heroes
Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s