Inner Thought

pulang…


telah lama kudambakan saat-saat seperti ini: kebebasan, ke-independent-an, tanpa sekat, menyatu bersama udara dan bergulir bersama angin membubung lebih tinggi dari daratan yang paling tinggi.
namun sesuatu yang dulu kuinterpretasikan sebagai kebebasan, setelah ku dapatkan ternyata ia tak lebih dari manifestasi kehampaan. tiada lagi yang membuncah dan memercik setiap kali ku rasa ku patut bangga. memang sesuatu itu tak bisa dinilai dengan harga. karena terkadang untuk sesuatu yang sangat sederhana kau malah mesti membayar sangat mahal.

itu lah yang sedang tak ku punya, sesuatu yang sederhana.

kini ku hampir punya segalanya. telah ku leburkan jiwa dan raga demi semua jalan yang bisa membawaku ke mimpi-mimpiku dahulu. itu memang yang sangat ingin ku lakukan sejak dulu, dan aku tak sedikitpun menyesali itu.
namun terkadang, ada mimpi-mimpi yang memang lebih baik tetap menjadi mimpi. tidak untuk terwujud. setidaknya ia menjagamu untuk membedakan saat terjada dan saat tertidur. setidaknya ia memberikan arah. setidaknya ia menyuntikkan cahaya. setidaknya ia menjadi mercusuar ketika kau terlalu jauh melangkah, dan menunjukkan jalan yang benar,, untuk pulang….

itu yang tak lagi ku punya.
mimpiku tentang kebebasan mati ditelan keadaan tanpa batas itu sendiri.
mengap-mengap, terhimpit, tapi tak ada yang salah sebenarnya. hanya jiwaku yg meradang.
setengah mati ku berusaha untuk kembali tertidur, namun yang ku temui hanya labirin dan kegelapan pekat.

tolong-aku-tak-bisa-pulang!!!

Advertisements
Standard

One thought on “pulang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s