Scholar

Catatan Awal Semester (Komunikasi UGM)


Waktu adalah mediator yang paling konstan namun sifatnya relatif bagi setiap orang. Maksud saya di sini adalah bagaimana orang mempunyai managerial waktu yang berbeda-beda. Konsep akan kuantitas waktu yang diberikan oleh Tuhan dengan sama rata, yaitu 24 jam sehari, namun kualitas penggunaan kuota sama rata tersebutlah yang menciptakan parameter-parameter tertentu yang bekaitan dengan hidup. Sebagian orang berpendapat bahwa waktu berjalan begitu lambat, sementara sebagian lagi malah berpendapat alangkah lebih menyenangkannya jika mereka punya tambahan waktu.

Satu semester sudah berlalu sejak pertama kali saya resmi menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Gadjah Mada. Bagi saya waktu berjalan begitu cepat. Tiba-tiba saja ternyata saya sudah beranjak ke semester dua, sementara rasanya baru saja saya menikmati masa-masa adaptasi dengan dunia perkuliahan. Adaptasi itu sendiri merupakan sesuatu yang mempunyai makna tersendiri bagi saya. Adaptasi itu pula yang membentuk dan memperteguh kepribadian saya 6 bulan terakhir. Seorang dosen pernah mengatakan bahwa kuliah itu adalah proses pendewasaan. Itulah yang saya rasakan sejauh ini. Berada di lingkungan fakultas sosial dan politik membuat saya yang sebelumnya ketika SMA berasal dari jurusan ilmu alam mulai ‘melek’ mengenai ilmu sosial dan ilmu politik. Apalagi jurusan saya, ilmu komunikasi, adalah jurusan yang sangat fleksibel dalam artian bisa diterapkan di disiplin ilmu manapun. Ketika di bangku perkuliahan saya mendapatkan materi secara teoritis, kemudian di luar kuliah dengan mengikuti dan aktif di berbagai kegiatan yang menunjang studi, saya mendapatkan materi secara praktis. Hal ini cukup menantang bagi saya, karena di sini kita dituntut untuk langsung mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sedang dipelajari, sekaligus berhadapan dengan waktu. Karena kemampuan untuk mengatur waktu dengan baik adalah kemampuan mendasar yang harus dipunyai untuk menyeimbangkan kesibukan-kesibukan di tengah euforia sebagai mahasiswa baru seperti saya yang ingin mencoba segala hal.

Satu hal lagi kesan tentang jurusan saya. Pluralisme. Maksud saya adalah bahwa di sini saya menemukan bermacam ragam karakteristik orang. Banyak sekali perbedaan dan juga persamaan yang bisa saya saksikan. Mulai dari sudut pandang, tipe kepribadian, kepercayaan, idealisme, sampai ke hal-hal fundamentalis. Memang setiap orang tidak ada yang sama. Namun entah mengapa baru sekarang saya bisa lebih mengapresiasi perbedaan tersebut sebagai sebuah diversitas dalam sebuah komunitas. Mungkin karena pada kesehariannya, persamaan dan persaudaraan yang makin terjalin erat membuat suasana keakraban yang khas. Itu membuat saya betah berada di sini. Jujur saya bangga mengetahui bahwa saya punya dosen-dosen yang hebat dengan segudang pengalaman dan prestasi yang luar biasa. Namun yang lebih membuat saya bangga adalah mereka peduli terhadap mahasiswa, bahkan tidak segan untuk mengakrabkan diri dan menjadi tempat berkonsultasi. Saya juga bangga mempunyai teman-teman dan senior-senior yang hebat dan mengagumkan. Namun yang lebih membuat saya bangga adalah karena mereka tak pernah takut untuk berbagi, tak pernah ragu untuk saling memotivasi, dan tak pernah tak siap untuk maju bersama-sama. Hal-hal seperti itulah yang menurut saya membuat sesuatu yang beraneka ragam tersebut tetap menjadi satu entitas yang menyediakan zona berekspresi yang nyaman dan kondusif untuk saya.

Orang luar sering salah kaprah dengan jurusan komunikasi. Common sense yang tercipta begitu mendengarnya biasanya mengarah ke sebuah tempat untuk orang-orang yang hobi tampil ataupun hobi mengkritisi. Sering juga dikaitkan dengan jurusan yang identik dengan ‘anak gaul’. Namun sebagai seseorang yang berada di dalam sistem saya mengatakan bahwa anggapan seperti itu terlalu sempit, karena pada kenyataannya di komunikasi kita lebih ditekankan untuk berkarya sebanyak mungkin sesuai minat dan bakat. Jika kemudian hal itu membuat anak-anak komunikasi rata-rata terlihat menonjol, lantas kenapa tidak? Sebagai sebuah sistem, jurusan ini selalu memberikan yang terbaik untuk semua sub-sistemnya. Satu hal yang tidak pernah berubah sampai sekarang maupun seterusnya, saya bangga menjadi mahasiswa komunikasi UGM.

Advertisements
Standard

One thought on “Catatan Awal Semester (Komunikasi UGM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s